Home > Kategori > Ustadz Menjawab > Tuntutlah Ilmu Walau ke Negeri Cina

Tuntutlah Ilmu Walau ke Negeri Cina

 

Assalamu’alaikum

Apakah ustad bisa menjelaskan status dan hukum hadis tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.

Sekian. Jazakallah atas jawabannya.

Wassalam
Heru

JAWABAN:
Waalaikumussalam Wr Wb

Hadis dengan matan : Utlubul ilma walau bissiin (Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina) merupakan salah satu hadis yang sangat populer, bukan hanya di tanah air, di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim lainnya hadis ini juga cukup populer.
Popularita hadis di atas, menimbulkan banyak pertanyaan. Pertama, adakah hadis ini benar dikatakan oleh Rasulullah saw ? Apakah baginda mengenal atau mengetahui negeri Cina ?. Lantas kenapa negeri Cina yang menjadi pilihan, bukan Mesir yang relatif lebih dekat, atau India yang mempunyai kebudayaan hampir sama tinggi.

Kajian Sanad Hadis
Hadis di atas sebagaimana dikatakan juga oleh al-Sakhawi dalam al-Maqasid al-hasanah (hn. 125) diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman, al-Khatib al-Baghdadi dalam al-Rihlah fi Talab al-Hadist, Ibn Abd al-Barr dalam Jami’ al-‘Ilm dan al-Daylami dalm Musnad al-Firdaws, semuanya melalui Abi ‘Atikah Tarif ibn Salman. Ibn Abd al-Barr juga meriwayatkannya melalui Ubayd ibn Muhammad dari Ibn ‘Uyaynah dari al-Zuhri, (Abi ‘Atikah dan al-Zuhri) dari Anas ibn Malik dari Rasulullah saw. dengan lafaz di atas ditambah dengan kalimat: fainna talaba al-‘ilm faridhat ‘ala kulli muslim (dan sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib ke atas setiap orang muslim).

Kritik Matan
Matan hadis ini banyak dipertanyakan dan diragukan orang dengan mempertanyakan, benarkah nabi Muhammad saw mengetahui adanya negeri bernama Cina ?.
Hemat penulis, pertanyaan itu tidak perlu muncul karena kemungkinan nabi saw mengetahuinya adalah sangat besar. Pertama, dari sudut sejarah, baginda adalah pedagang antar bangsa, beliau waktu usia muda pernah dua kali minimal pergi ke Syam sebagai kota perdagangan. Di kota itu sudah ada kebudayaan Romawi dan tentu saja sudah berinteraksi dengan budaya lain. Jadi tidak mustahi dalam perjalanan itu baginda mendengar tentang pradaban negeri Cina yang sudah tinggi.
Kedua, Apa yang disampaikan oleh Rasulullah saw, tidaklah berhenti pada pengetahuan beliau saja, tapi ada unsur wahyu Allah yang berperan. Jika kemungkinan ini diambil, dan hal ini sangatlah mungkin, maka unsur kejanggalan matan hadis ini tidak ada muncul lagi.

Hikmah di balik negeri Cina
Banyak hikmah yang dapat dipetik dari kata negeri Cina di sini. Pertama, negeri atau kekaisairan yang populer di kalangan awam pada saat itu adalah Romawi dan Kisra. Jarak kekuasaan kedua kekaisaran ini tidaklah terlalu jauh dari dunia Islam. Bahkan Rasulullah sendiri pernah menuliskan surat untuk mereka dan kerajaan dan kekaisaran lain. Wal hasil, nabi ingin memberitakan kepada Ummat Islam bahwa ada negeri lain yang juga sudah memiliki peradaban yang maju.

8 thoughts on “Tuntutlah Ilmu Walau ke Negeri Cina

  1. Assalmualaikum wr wb…

    Pa ustad mau nanya tentang kajian qodho sholat yang pernah ustad uraikan, tolong sebutkan hadist nya dan saya bisa dapatkan dimana.

    Terima Kasih…

    Wasalamualaikum wr wb

  2. Assalamu’alaikum Wr.Wb. Pa Ustadz…, apakah hukum saksi dalam thalak dan rujuk wajib? Bagaimana kalau menthalak isteri dan rujuk tanpa menghadirkan saksi apakah syah atau tidak?

  3. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Ustadz saya mau tanya, apakah poligami itu sunnah…?
    karena (ma’af) saya berpendapat hal itu bukanlah sunnah walaupun pernah di lakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan Nabi sendiri juga pernah melarang Syadina Ali bin abi tholib memadu Fatimah anak Nabi Muhammad SAW,cdan bukanlah sesuatu yang di wajibkan tapi boleh dilakukan karena tidak di larang oleh ALLAH SWT seperti yang tercantum dalam alqur’an surat annisa ayat 3.
    karena sering kali hal ini di sebut sunnah oleh sebagian umat islam, dan ada yang tidak setuju akan hal tersebut, dan saya sering mengingatkan mereka yang tidak setuju, agar tidak melarang karena Allah sendiri tidak melarang hal tersebut kecuali alasannya jelas, seperti yang di contohkan oleh Nabi sendiri.

  4. Asslkm. Wr. Wb ustadz mau tanya tentang bayi lahir diadzani dan iqomah apkh ada dalilnya? Dan dilarangnya memancing ketika istri sedang hamil apkh ada dalilnya? Dan mengubur ari2 bayi disertai buku,pulpen,dll apkh ada dalilnya? Syukron ustadz

  5. mohon di jelaskan hadis tentang dibolehkannya menjamak sholat fardlu walo tanpa ada halangan apapun. apakah Rosul pernah melakukannya? dan apa alasan Rosul melakukannya?Trmksh atas penjelasannya.

  6. Assalamu alaikum wr wb

    Ustad mau tanya mengenai sholat wajib yg diqodho karena kita lalai diwaktu muda dan pada hari Ahad 16 maret 2014 kurang begitu jelas karena terlambat nonton mohon penjelasannya trima kasih wassalam

  7. salam. maaf saya tidak tahu harus bertanya di laman yang mana? saya mau tanya fiqh syafi’i ashhab nawawi yang setahu saya sandaran sanad fiqhnya ustadz lutfi saat dulu masih sempat silaturahim di Jakarta. mau tanya via sms tidak tega dengan kesibukan beliau.
    pertanyaan saya dalam mazhab syafi’i-nya imam nawawi rah (sanad fiqh-nya ustadz lutfi) apakah dibahas tentang sholat jumat yang dijama’ dengan sholat ashr. saya dengar dari beberapa ustadz ada yang mensyariatkan ada juga yang tidak setuju. mereka tidak berikan dalil dari kitab hanya dengan beberapa hadis dan interpretrasinya. saya orang awam ingin aman dalam bermazhab syafi’i rah dari fatwa yang bukan berasal dari sistematika berpikirnya imam syafi’i rah terhadap quran dan hadis. sering saya temui mereka mengatasnamakan mazhab syafi’i tetapi ternyata memakai interpretasi yang tidak sesuai dengan sistematikan pikirnya atau bahkan fatwanya imam syafi’i rah.

  8. Assalamu’alaikum wr.wb.

    1.Dalam hadits Bukhari, Muslim ada yang mengatakan bahwa ketika Rasulullah saw habis shalat malam, beliau tidur kemudian ketika tiba waktu subuh beliau bangun dan shalat subuh tanpa berwudhu lagi tapi ada juga yang mengatakan berwudhu dulu baru shalat. bagaimana ini ustad? manakah yang benar? karena keduanya shahih…apakah harus wudhu dulu atau tidak?

    2.Kalau mandi besar itu haruskah memakai sabun dan shampo apa tidak ustad? atau cukup air yang membasahi tubuh saja?

    Wassalamu’alaikum wr.wb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *