Beranda > Kategori > Ustadz Menjawab > Ilmu Ladunni

Ilmu Ladunni

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr wb,

Pak Ustad saya ingin bertanya seputar “ilmu laduni” , saya mengamalkan “ilmu laduni” dari seorang Ustad.
Saya di ajarakan amalan doa mendapatkan keberkahan “ilmu laduni” amalan doa’y terdapat di dalam ayat Al Quran…ada 2 pendapat ustad,pendapat 1 bahwa “ilmu laduni” boleh dipelajari dan pendapat 2 bahwa “ilmu laduni” tidak boleh dipelajari karena keluar dari ajaran Nabi Muhammad saw…
Mohon penjelasanya Pak Ustad karena saya takut jika saya salah mengamalkan suatu amalan saya takut tersesat di jalan Allah SWT, yang mengakibatkan saya menjadi syirik naudzubilah min zhalik…tapi saya mengamalkan doa dari Al Quran yang mengikuti “Al Quran dan As sunah”?

Wa alaikumujs salam wr wb.

Muhamad Ali

Jawaban :

Wa alaikumus salam wr wb.
Sebetulnya yang paling tepat bukan mempelajari ilmu ladunni. Yang pas menurut kami dibolehkan seseorang berdo’a seperti ini “ Ya Allah, berilah kami ilmu, baik kasbi maupun ladunni.”Jika sebatas berdo’anya saja kami rasa tidaklah dilarang.

Ilmu ladunni biasanya Allah berikan kepada orang-orang pilihan Allah dan biasanya tanpa ada usaha tertentu. Allah mnegajarkan hamba-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.

Saran kami sebaiknya bersikap wajar saja sebagaimana yang biasa kita lakukan, yaitu beribadah dengan baik dan belajar biasa (kasbi) sebagaimana manusia pada umumnya. Toh nantinya jika Allah berkehendak kita akan sampai kepada ilmu ladunni.

Wallahu a’lam

 

6 thoughts on “Ilmu Ladunni

  1. Asslmkm utadz mohon info bagaimana cara menyampaikan pertanyaan pada ustadz? apakah di kolom ini? kalau salah mohon dimaafkan. yang saya tanyakan adalah: bolehkah seoarang ayah menjadi wali nikah anak perempuannya..??.padahal si ayah jarang sekali mengerjakan sholat 5 waktu bahkan boleh disebut sering tidak sholat atau tidak sholat sama sekali tiap harinya, apalagi sholat jum’at bisa dibilang tidak pernah melaksanakan sholat jum’at. kegiatan kesehariannya juga banyak mendekati syirik seperti main keris, batu-batuan dsb. sementara anak perempuannya ingin memulai hidup baru sesuai aturan Allah… apakah syah ayah tadi menjadi wali nikah putrinya? Mohon jawaban dari ustadz. wasslaamu’alaikum WW.

  2. Ass Wr Wb, Ustazd saya mau bertanya masalah Aqiqah saya waktu kecil belum diaqiqahkan orang tua saya karena mereka tidak mampu, dan sekarang saya sudah punya penghasilan sendiri apakak saya harus mengaqiqah sendiri atau cukup berkurban mohon penjelasannya atas jawabannya saya ucapkan terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *